Berikut adalah chord-chord penyembahan yang saya dapatkan dari berbagai macam sumber ^^
SEMUA DI C –contoh
1-4-1-4
C F C F
1-2m-3m-4
C Dm Em F
1-7-6m-5
C B Am G
1-3m-2m-5
C Em Dm G
1-3m-4-5
C Em F G
1-7-6-5-4-3-2-1 – turun-turun
6m-3m-4-5 (minor)
Am Em F G
6m-4-2m-3sus 3 (minor)
Am F Dm Esus E
4-3m-4-3m
F Em F Em
nah kalo dah mau selesai
4-3m-4-3m-6m-5-4-5-1
F Em F Em Am G F G C
1-6m-2m-5
C Am Dm G
1-6m-2m-57
C Am Dm G7
1-6m-4-5
C Am F G
4-3m-2m-1
F Em Dm C
4-3m-2m- 5
F Em Dm G
Bisa juga 1-7b-4-1 (tapi sangat spesifik pemakaiannya khusus untuk suasana yang megah dan occasionally saja) – C Bb F C
God bless ^^
Tuesday, June 29, 2010
Monday, June 28, 2010
Tips sebagai Pemimpin Pujian yang didapatkan dari Workshop bersama Julita Manik
Tahun lalu, gereja saya kedatangan seorang penyanyi rohani or worship leader yang bernama Julita Manik. Buat yang nggak tahu siapa dia, bisa liat nih di blognya dia http://julitamanik.blogspot.com
Lalu, kita ada workshop bersama untuk tim pelayanan pujian dan penyembahan.
Berikut adalah hal-hal yang saya belajar dari workshop tersebut:
Suara:
- Untuk menjaga pita suara, kita perlu untuk minum air setelah bernyanyi dan bernyanyilah dengan menggunakan otot perut atau diafragma
- Tidak ada orang yang suaranya jelek. Semuanya adalah proses pembelajaran karena kita sendirilah yang memproduksi suara kita. Latihan akan membuat suara kita semakin baik
- Tidak boleh makan terlalu kenyang ketika kita akan bernyanyi.
- Untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi, kita harus melakukan pemanasan atau biasa disebut dengan vokalisi.
Ada beragam jenis cara untuk vokalisi, seperti melafalkan huruf vocal a i u e o baik dengan tangga nada maupun tanpa tangga nada. Vokalisi bisa ditingkatkan dengan meniti tangga nada dari terendah ke nada tinggi. Kita juga bisa menaikkan range vokal suara dengan vokalisi.
- Ciri suara yang kurang latihan itu bergetar bukan karena fibra.
Pemimpin pujian:
- Standard suara jemat berkisar antara G(rendah) sampai D(tinggi) atau maksimum E
- Lagu pertama sebaiknya jangan menyentuh nada tinggi
- Pemimpin pujian merupakan posisi kunci pada saat bertugas. Apapun yang terjadi pemusik harus taat kepada WL. Bukan berarti sebagai WL kita bisa berbuat sesuka hati kita. Jangan dadakan dalam memberikan lagu dan WL harus berbicara dengan jelas, tidak terlalu cepat.
- Ekspresi itu penting! Harus sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan oleh lagu yang dibawakan. Perhatikan cara bernyanyi dan gaya.
- Usahakan supaya jemaat tetap dipimimpin. Walaupun mereka sedang menyembah Tuhan, WL harus tetap terlihat memimpin
- Jangan biarkan intro dan interlude lagu kosong. Isilah dengan kata-kata yang membangun untuk jemaat.
Semoga apa yang saya tulis bisa menjadi berkat untuk banyak orang yang rindu dan memiliki hati untuk melayani di bidang pujian dan penyembahan.
Soli deo Gloria…
GBu
Lalu, kita ada workshop bersama untuk tim pelayanan pujian dan penyembahan.
Berikut adalah hal-hal yang saya belajar dari workshop tersebut:
Suara:
- Untuk menjaga pita suara, kita perlu untuk minum air setelah bernyanyi dan bernyanyilah dengan menggunakan otot perut atau diafragma
- Tidak ada orang yang suaranya jelek. Semuanya adalah proses pembelajaran karena kita sendirilah yang memproduksi suara kita. Latihan akan membuat suara kita semakin baik
- Tidak boleh makan terlalu kenyang ketika kita akan bernyanyi.
- Untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi, kita harus melakukan pemanasan atau biasa disebut dengan vokalisi.
Ada beragam jenis cara untuk vokalisi, seperti melafalkan huruf vocal a i u e o baik dengan tangga nada maupun tanpa tangga nada. Vokalisi bisa ditingkatkan dengan meniti tangga nada dari terendah ke nada tinggi. Kita juga bisa menaikkan range vokal suara dengan vokalisi.
- Ciri suara yang kurang latihan itu bergetar bukan karena fibra.
Pemimpin pujian:
- Standard suara jemat berkisar antara G(rendah) sampai D(tinggi) atau maksimum E
- Lagu pertama sebaiknya jangan menyentuh nada tinggi
- Pemimpin pujian merupakan posisi kunci pada saat bertugas. Apapun yang terjadi pemusik harus taat kepada WL. Bukan berarti sebagai WL kita bisa berbuat sesuka hati kita. Jangan dadakan dalam memberikan lagu dan WL harus berbicara dengan jelas, tidak terlalu cepat.
- Ekspresi itu penting! Harus sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan oleh lagu yang dibawakan. Perhatikan cara bernyanyi dan gaya.
- Usahakan supaya jemaat tetap dipimimpin. Walaupun mereka sedang menyembah Tuhan, WL harus tetap terlihat memimpin
- Jangan biarkan intro dan interlude lagu kosong. Isilah dengan kata-kata yang membangun untuk jemaat.
Semoga apa yang saya tulis bisa menjadi berkat untuk banyak orang yang rindu dan memiliki hati untuk melayani di bidang pujian dan penyembahan.
Soli deo Gloria…
GBu
Teknik Berlatih Paduan Suara by Voice of Soul Choir
Berikut adalah teknik berlatih paduan suara yang saya dapatkan dari Voice of Soul Choir Blog di http://voiceofsoul.wordpress.com/2008/06/30/teknik-berlatih-paduan-suara-tips-dan-trik/
Dalam dunia tarik suara kita mengenal jenis-jenis kelompok vokal seperti Duet, Trio, Kwartet, Ansambel, Paduan Suara dll. Paduan Suara sering kita saksikan pada acara-acara rutin gereja bahkan yang bersifat tahunan misalnya : Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi), Perayaan Paskah/Natal.
Pembinaan Paduan Suara pada umumnya bersifat temporer, artinya hanya dibentuk jika ada event yang membutuhkan dan menyewa pelatih dari luar dengan biaya yang relatif mahal. Padahal bila kita memahami trik/teknik latihan Paduan Suara sebenarnya tidak terlalu sulit dan bisa kita kerjakan sendiri. Yang penting kita bisa membuat program latihan yang baik, tentunya dengan sarana/tempat latihan yang representatif.
KLASIFIKASI PADUAN SUARA
Penulis megklasifikasikan Paduan Suara menjadi 3 (tiga) level, yaitu:
Level – 1 (Penguasaan Materi)
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan notasi yang tertulis pada partitur.
Tips :
- Nyanyikan panjang pendek not sesuai nilai not pada partitur.
- Nyanyikan tinggi rendah nada sesuai dengan interval nada yang tertulis di partitur.
- Tekankan anggota untuk menghafal syairnya.
Level – 2 (Interprestasi)
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan interprestasi lagu yang diinginkan oleh komponis maupun aranger lagu tersebut.
Tips :
- Latih keras/lembut suara sesuai dengan tanda dinamik pada partitur. Kalau tidak tercantum pada partitur, dinamik disesuaikan dengan makna syair atau karakter alur melody.
- Latih Artikulasi (pengucapan) syair agar terdengar jelas. Misalnya pengucapan konsonan “r”, “s”, “ng”, serta vokal a, i, u, e, o, sehingga terdengar perbedaannya.
- Perhatikan Intonasi (penekanan) suku kata yang sesuai dengan Birama lagu.
- Perhatikan Frasering (pengkalimatan) agar sesuai dengan kalimat yang benar. Ini dapat dicapai jika dilaksanakan dengan teknik pernafasan yang baik.
- Lakukan pemanasan (vokalisi) yang cukup sebelum pelaksanaan latihan dimulai agar diperoleh Timbre (warna suara) yang menyatu, sehingga tidak ada suara yang menonjol sendiri.
Level – 3 (Ekspresi)
Kriteria : Setelah melalui tahap level 1 dan 2, anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi dengan penghayatan dan dikeluarkan melalui ekspresi.
Tips :
- Latih cara menyanyikan lagu sesuai dengan karakter lagu, misalnya: Lagu/aransemen yang riang dinyanyikan dengan lincah dan riang. – Perhatikan pada aransemen yang terdapat tanda perubahan tempo, misalnya : Accelerando, rittardando, A- tempo dll., agar dinyanyikan dengan tepat sehingga mendukung ekspresi.
- Tidak semua anggota dapat bernyanyi dengan ekspresi. Tempatkan anggota pada posisi central dan banjar terluar (samping kiri/kanan), karena posisi ini mempengaruhi penampilan secara keseluruhan.
Pembagian Kelompok Suara
Paduan suara umumnya terdiri dari 4 kelompok suara yaitu Sopran, Alto, Tenor dan Bass. Beberapa arransemen ada pula yang membagi Sopran, Meso, Alto, Tenor, Bariton dan Bass. Untuk mendapatkan balance yang baik, perlu pembagian yang tepat untuk masing-masing kelompok. Tips:
- Kelompokan anggota berdasarkan Range/ambitus suara, jangan paksakan penyanyi Alto bernyanyi dikelompok sopran dengan alasan karena kekurangan anggota sopran, demikian juga kelompok yang lainnya.
- Komposisi SATB (sopran, alto, tenor, bass) yang Ideal adalah 3:2:2:3., namun demikian pedoman di atas dapat berubah dengan pertimbangan potensi Power penyanyi yang ada.
Program Latihan
Ada peribahasa “Seberangilah sungai dari tempat yang dangkal” artinya mulailah segala sesuatu dari yang mudah dahulu. Artinya dalam membuat program latihan harus bertahap dari yang mudah dahulu.
Tips :
- Selesaikanlah dahulu level-1 baru kemudian mulai level-2, dst. Contoh : jangan mengajarkan materi level-2 kalau anggota belum semuanya lulus level-1, karena akan sia-sia akibat terpecahnya konsentrasi.
- Kelompok paduan suara ibarat rangkaian gerbong kereta api. Jika salah satu gerbong tersendat maka gerbong yang lain kecepatanya terpaksa ikut melambat, menyesuaikan kecepatan gerbong yang tersendat tadi. Perbaiki gerbong (baca : kelompok suara) yang lemah dahulu, baru kelompok gerbong lainnya.
- Awali latihan dengan vokalisi terlebih dahulu, sesuai dengan karakter lagu yang akan dinyanyikan. Jika lagu banyak menggunakan stacato, perbanyak vokalisi stacato, jika lagu banyak nada panjang, perbanyak vokalisi nada panjang.
- Tekankan anggota untuk membaca not, jangan menghafal not, karena kemampuan membaca sangat diperlukan dalam PS. Setelah anggota dapat menyanyikan notasi dengan benar tekankan untuk menghafal syair.
Dirigen
Dirigen dalam Paduan Suara sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penampilan Paduan Suara. Idealnya Dirigen Paduan Suara merangkap pelatih sejak awal program latihan dilaksanakan, agar secara emosional akan terjalin komunikasi. Namun karena keterbatasan personel di TNI AL yang bisa memimpin Paduan Suara, seringkali Dirigen ditunjuk berdasarkan senioritas, atau dari sukarelawan yang memberanikan diri karena tidak ada yang mau menjadi dirigen. Sebaiknya hal ini dihindari.
Tips:
- Pilihlah Dirigen yang mempunyai wawasan PS lebih daripada anggota Paduan Suara lainnya, jangan berdasarkan senioritas saja.
- Fungsi Dirigen memadukan Suara dari anggotanya sehingga menjadi satu komposisi yang padu dan harmonis. Untuk itu Dirigen harus menguasai materi dengan baik dan benar, sebelum ia memadukan (memimpin) kelompok Paduan Suaranya.
- Dirigen jangan memulai aba-aba jika belum seluruh mata anggota memperhatikan Dirigen, karena kontak mata sangat penting untuk menjalin komunikasi antara Dirigen dan anggota Paduan Suara.
Demikianlah secara singkat Tips berlatih Paduan Suara, semoga dapat bermanfaat.
“Keberhasilan adalah buah dari latihan, namun tanpa disiplin, latihan tidak menghasilkan apa-apa”.
Selamat berlatih . . ..©
Sumber : Kapten Laut (KH) Albert AFR, S
MAJALAH CAKRAWALA TNI – AL
Dalam dunia tarik suara kita mengenal jenis-jenis kelompok vokal seperti Duet, Trio, Kwartet, Ansambel, Paduan Suara dll. Paduan Suara sering kita saksikan pada acara-acara rutin gereja bahkan yang bersifat tahunan misalnya : Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi), Perayaan Paskah/Natal.
Pembinaan Paduan Suara pada umumnya bersifat temporer, artinya hanya dibentuk jika ada event yang membutuhkan dan menyewa pelatih dari luar dengan biaya yang relatif mahal. Padahal bila kita memahami trik/teknik latihan Paduan Suara sebenarnya tidak terlalu sulit dan bisa kita kerjakan sendiri. Yang penting kita bisa membuat program latihan yang baik, tentunya dengan sarana/tempat latihan yang representatif.
KLASIFIKASI PADUAN SUARA
Penulis megklasifikasikan Paduan Suara menjadi 3 (tiga) level, yaitu:
Level – 1 (Penguasaan Materi)
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan notasi yang tertulis pada partitur.
Tips :
- Nyanyikan panjang pendek not sesuai nilai not pada partitur.
- Nyanyikan tinggi rendah nada sesuai dengan interval nada yang tertulis di partitur.
- Tekankan anggota untuk menghafal syairnya.
Level – 2 (Interprestasi)
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan interprestasi lagu yang diinginkan oleh komponis maupun aranger lagu tersebut.
Tips :
- Latih keras/lembut suara sesuai dengan tanda dinamik pada partitur. Kalau tidak tercantum pada partitur, dinamik disesuaikan dengan makna syair atau karakter alur melody.
- Latih Artikulasi (pengucapan) syair agar terdengar jelas. Misalnya pengucapan konsonan “r”, “s”, “ng”, serta vokal a, i, u, e, o, sehingga terdengar perbedaannya.
- Perhatikan Intonasi (penekanan) suku kata yang sesuai dengan Birama lagu.
- Perhatikan Frasering (pengkalimatan) agar sesuai dengan kalimat yang benar. Ini dapat dicapai jika dilaksanakan dengan teknik pernafasan yang baik.
- Lakukan pemanasan (vokalisi) yang cukup sebelum pelaksanaan latihan dimulai agar diperoleh Timbre (warna suara) yang menyatu, sehingga tidak ada suara yang menonjol sendiri.
Level – 3 (Ekspresi)
Kriteria : Setelah melalui tahap level 1 dan 2, anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi dengan penghayatan dan dikeluarkan melalui ekspresi.
Tips :
- Latih cara menyanyikan lagu sesuai dengan karakter lagu, misalnya: Lagu/aransemen yang riang dinyanyikan dengan lincah dan riang. – Perhatikan pada aransemen yang terdapat tanda perubahan tempo, misalnya : Accelerando, rittardando, A- tempo dll., agar dinyanyikan dengan tepat sehingga mendukung ekspresi.
- Tidak semua anggota dapat bernyanyi dengan ekspresi. Tempatkan anggota pada posisi central dan banjar terluar (samping kiri/kanan), karena posisi ini mempengaruhi penampilan secara keseluruhan.
Pembagian Kelompok Suara
Paduan suara umumnya terdiri dari 4 kelompok suara yaitu Sopran, Alto, Tenor dan Bass. Beberapa arransemen ada pula yang membagi Sopran, Meso, Alto, Tenor, Bariton dan Bass. Untuk mendapatkan balance yang baik, perlu pembagian yang tepat untuk masing-masing kelompok. Tips:
- Kelompokan anggota berdasarkan Range/ambitus suara, jangan paksakan penyanyi Alto bernyanyi dikelompok sopran dengan alasan karena kekurangan anggota sopran, demikian juga kelompok yang lainnya.
- Komposisi SATB (sopran, alto, tenor, bass) yang Ideal adalah 3:2:2:3., namun demikian pedoman di atas dapat berubah dengan pertimbangan potensi Power penyanyi yang ada.
Program Latihan
Ada peribahasa “Seberangilah sungai dari tempat yang dangkal” artinya mulailah segala sesuatu dari yang mudah dahulu. Artinya dalam membuat program latihan harus bertahap dari yang mudah dahulu.
Tips :
- Selesaikanlah dahulu level-1 baru kemudian mulai level-2, dst. Contoh : jangan mengajarkan materi level-2 kalau anggota belum semuanya lulus level-1, karena akan sia-sia akibat terpecahnya konsentrasi.
- Kelompok paduan suara ibarat rangkaian gerbong kereta api. Jika salah satu gerbong tersendat maka gerbong yang lain kecepatanya terpaksa ikut melambat, menyesuaikan kecepatan gerbong yang tersendat tadi. Perbaiki gerbong (baca : kelompok suara) yang lemah dahulu, baru kelompok gerbong lainnya.
- Awali latihan dengan vokalisi terlebih dahulu, sesuai dengan karakter lagu yang akan dinyanyikan. Jika lagu banyak menggunakan stacato, perbanyak vokalisi stacato, jika lagu banyak nada panjang, perbanyak vokalisi nada panjang.
- Tekankan anggota untuk membaca not, jangan menghafal not, karena kemampuan membaca sangat diperlukan dalam PS. Setelah anggota dapat menyanyikan notasi dengan benar tekankan untuk menghafal syair.
Dirigen
Dirigen dalam Paduan Suara sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penampilan Paduan Suara. Idealnya Dirigen Paduan Suara merangkap pelatih sejak awal program latihan dilaksanakan, agar secara emosional akan terjalin komunikasi. Namun karena keterbatasan personel di TNI AL yang bisa memimpin Paduan Suara, seringkali Dirigen ditunjuk berdasarkan senioritas, atau dari sukarelawan yang memberanikan diri karena tidak ada yang mau menjadi dirigen. Sebaiknya hal ini dihindari.
Tips:
- Pilihlah Dirigen yang mempunyai wawasan PS lebih daripada anggota Paduan Suara lainnya, jangan berdasarkan senioritas saja.
- Fungsi Dirigen memadukan Suara dari anggotanya sehingga menjadi satu komposisi yang padu dan harmonis. Untuk itu Dirigen harus menguasai materi dengan baik dan benar, sebelum ia memadukan (memimpin) kelompok Paduan Suaranya.
- Dirigen jangan memulai aba-aba jika belum seluruh mata anggota memperhatikan Dirigen, karena kontak mata sangat penting untuk menjalin komunikasi antara Dirigen dan anggota Paduan Suara.
Demikianlah secara singkat Tips berlatih Paduan Suara, semoga dapat bermanfaat.
“Keberhasilan adalah buah dari latihan, namun tanpa disiplin, latihan tidak menghasilkan apa-apa”.
Selamat berlatih . . ..©
Sumber : Kapten Laut (KH) Albert AFR, S
MAJALAH CAKRAWALA TNI – AL
Sunday, June 27, 2010
Kuhaus PadaMu
Lirik lagu Kuhaus PadaMu by Lifetree - Album Brand New Day
Tiada Bapa sepertiMu
Kau sangat kasihiku
Tak pernah tinggalkanku
Slalu bersamaku
Tiada Bapa sepertiMu
KasihMu penuhiku
Kau pulihkan hidupku
Sungguh ku kagumi karyaMu
Reff:
Ku haus padaMu
Ku menantikanMu
Bapa jamahku
Bentuk ku sturut kehendakMu
Ku haus padaMu
KumerindukanMu
Bawa hidupku
Semakin indah di mataMu, Bapaku
Bridge:
Ku percayakan hidupku dalamMu
Nyatakan kehendakMu ya Bapaku
Penuhiku
Tiada Bapa sepertiMu
Kau sangat kasihiku
Tak pernah tinggalkanku
Slalu bersamaku
Tiada Bapa sepertiMu
KasihMu penuhiku
Kau pulihkan hidupku
Sungguh ku kagumi karyaMu
Reff:
Ku haus padaMu
Ku menantikanMu
Bapa jamahku
Bentuk ku sturut kehendakMu
Ku haus padaMu
KumerindukanMu
Bawa hidupku
Semakin indah di mataMu, Bapaku
Bridge:
Ku percayakan hidupku dalamMu
Nyatakan kehendakMu ya Bapaku
Penuhiku
Subscribe to:
Posts (Atom)